Kuliner Penyatu Budaya

Standard

 ADA nuansa India serta Arab dalam rasa kuliner khas Ramadhan di Semarang, Jawa Tengah. Dua kuliner berbentuk bubur serta kopi ada mengikuti acara berbuka puasa beberapa anggota jemaah di masjid-masjid tua kota itu. Di Semarang, bubur india serta kopi arab juga jadi simbol akulturasi budaya.

Jejeran piring plastik teratur rapi di halaman Masjid Pekojan, di Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, mendekati sore. Tidak seberapa lama beberapa pengurus masjid mengisinya dengan bubur hangat beraroma lezat.

Sore itu, seperti sore-sore pada awal mulanya, bubur india bakal jadi makanan buka puasa di masjid kuno itu. Bubur india umumnya disajikan dengan kurma serta minuman manis.

Mendekati maghrib, tiap-tiap orang juga mengambil tempat duduk di belakang piring-piring yang sudah disediakan. Mereka juga mulai menyantap penganan itu sebentar sesudah azan Maghrib bergema.

Menurut takmir Masjid Pekojan, Achmad, bubur india sudah jadi kebiasaan berbuka puasa di masjidnya. Kebiasaan itu, lanjutnya, dimulai saat dulu beberapa musafir dari Pakistan, India, serta Gujarat berkumpul untuk berbuka puasa berbarengan.

”Dari awalannya membawa bekal semasing, makin lama di buat terkoordinasi. Nampaklah bubur india, ” tutur Achmad.

Bubur india, kata Achmad, adalah kombinasi dari rasa India serta Nusantara. Bumbu kari bercampur dengan rempah Indonesia jadikan rasa bubur india tidak sama dengan aslinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s